Puncak Asmoro (Puncak asmara)

Puncak Asmoro merupakan salah satu destinasi baru di Kabupaten Banyuwangi yang menyuguhkan Pemandangan 3 (tiga) Gunung yang selalu terlihat di sudut manapun di Banyuwangi. Puncak Asmoro ini terletak di Kampung Sumber Pakem, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi.

Kalau sobat ingin langsung kesana, lihat lokasinya disinihttp://Wisata Puncak Asmoro Kacangan Asri, Gombeng, Gombengsari, Kec. Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68455 https://g.co/kgs/YWhJZD

Rute menuju ke Puncak Asmoro cukup mudah karena sudah banyak penunjuk jalan disetiap persimpangan jalan sehingga anda tidak perlu khawatir kesasar, apalagi jika anda sudah pernah mengunjungi Kedai Kopi Lego atau wisata sumbermanis. 


Kondisi jalan menuju Puncak Asmoro saat ini hanya bisa dilalui menggunakan sepeda motor, hal ini dikarenakan terdapat jembatan yang rusak akibat terkena banjir. Selain itu jalannya juga terlalu sempit dan terjal, bisa membuat kendaraan anda rusak apabila tidak berhati-hati. Bagi pengunjung yang menggunakan mobil, bisa dititipkan di rumah warga setempat, selanjutnya anda meneruskan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 15 menit.


Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, usahakan kesana saat cuaca cerah dan pagi hari karena anda bisa melihat 3 gunung secara jelas tanpa ada kabut serta kondisi jalannya tidak akan berlumpur. Tiga gunung yang dimaksud diatas adalah Gunung Merapi, Meranti, dan Raung. Ada sebuah gardu pandang yang bisa pengunjung gunakan untuk melihat pemandangan di Puncak Asmoro.

Selain tempatnya asyik untuk melihat pemandangan yang indah, Puncak Asmoro juga merupakan tempat yang asyik untuk nongkrong bersama teman, keluarga atau kekasih. Disana banyak disediakan gazebo, kursi meja dari kayu, dan warung.

Asal usul puncak asmoro:

Dinamakan Puncak Asmoro karena memang tempat ini menjadi saksi hidup kisah asmara sepasang kekasih di jaman dahulu kala. Konon pada tahun 1950an sepasang kekasih yang sudah lama menjalin hubungan tersebut harus kandas di tengah perjalanan karena tidak direstui oleh orang tua.

Pasangan muda-mudi yang sering menghabiskan waktu di bukit dengan pemandangan selat bali disisi timur dan gunung di sisi barat ini harus mengakhiri hubungannya di tempat yang sama. Mereka berdua memutuskan untuk tidak lagi bersama sepulang dari bukit tersebut.

2 comments

Tinggalkan Balasan ke Elvira 1910 Batalkan balasan